Ringkasan imbuhan dan kata keterangan
Ringkasan imbuhan dan kata keterangan
Januari 22, 2026
A. Jenis-Jenis Kata Keterangan
Kata keterangan berfungsi memberi penjelasan tambahan pada kata kerja, sifat, atau kalimat.
1. Keterangan Utama
Waktu: kapan (kemarin, pagi ini)
Tempat: di mana (di sekolah, ke sana)
Cara: bagaimana (dengan hati-hati)
Derajat/Intensitas: tingkat (sangat, agak)
Frekuensi: seberapa sering (selalu, jarang)
Alat: dengan apa (dengan pulpen)
Kesertaan: dengan siapa (bersama teman)
Sebab: alasan (karena hujan)
Akibat: hasil (hingga larut)
Tujuan: maksud (untuk belajar)
2. Keterangan Lainnya
Perlawanan: pertentangan (meskipun)
Perbandingan: membandingkan (seperti)
Modalitas: sikap pembicara (mungkin)
Aspek: waktu kejadian (mulai, selesai)
Sudut Pandang: pendapat (menurut)
Imbuhan (afiks) adalah bunyi/kata yang ditambahkan pada kata dasar untuk membentuk kata baru, mengubah makna, atau mengubah kelas kata.
Jenis-Jenis Imbuhan
1.Prefiks (Awalan): imbuhan di awal kata
Contoh: me- (menulis), ber- (berlari), di- (dibaca)
2.Sufiks (Akhiran): imbuhan di akhir kata
Contoh: -kan (bacakan), -i (datangi), -an (tulisan)
3.Infiks (Sisipan): imbuhan di tengah kata (jarang digunakan)
Contoh: -el- (geletar), -em- (gemetar)
4.Konfiks (Awalan + Akhiran): imbuhan gabungan
Contoh: ke-…-an (kebaikan), pe-…-an (pelajaran)
5.Simulfiks: imbuhan yang mengubah bentuk kata secara fonologis, umumnya dalam bahasa lisan nonbaku
Contoh: kopi → ngopi, soto → nyoto
6.Imbuhan Serapan: imbuhan dari bahasa asing
Contoh: maha- (mahakuasa), pra- (prasejarah), -isme (nasionalisme)
Fungsi Imbuhan
Membentuk kata baru
Mengubah makna kata
Mengubah kelas kata
Memperjelas fungsi gramatikal
Contoh: ajar (verba) → pelajaran (nomina)
• Kesimpulan
Imbuhan dalam bahasa Indonesia terdiri atas prefiks, sufiks, infiks, konfiks, simulfiks, dan imbuhan serapan. Imbuhan berperan penting dalam pembentukan kata, perubahan makna, dan penyusunan struktur kalimat.
Komentar