menjelaskan hubungan antara materi 1 dan 2 (tugas pjj bahasa Indonesia)
Indonesia 9D
Menjalaskan Hubungan antara Materi 1 dan Materi 2 (Tugas PJJ Bahasa Indonesia)
Januari 25, 2026
Link pertama adalah halaman berbagi konten Facebook dari akun rizqi_simfoni.
Konten utama yang disebutkan dalam pesan (yaitu "kalimat ke-7 atau terakhir" yang dikatakan sangat fatal) tidak terlihat secara lengkap di halaman ini, sehingga konteks penuh dari pesan yang ingin disampaikan tidak dapat dipahami secara keseluruhan. Namun, yang jelas adalah ada elemen pengulangan pada bagian label audio dan beberapa bagian tampilan yang mungkin tidak relevan dengan pesan utama postingan tersebut.
Link kedua adalah halaman blog yang membahas materi pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya tentang dua konsep penting dalam penyusunan kalimat dan komunikasi: majas pleonasme dan kalimat efektif.
1. Majas Pleonasme
Majas pleonasme adalah salah satu jenis majas yang digunakan dengan tujuan untuk menegaskan makna sebuah kalimat atau pernyataan. Cara kerjanya adalah dengan menambahkan kata-kata yang berlebih, atau mengulang kata/keterangan yang sebenarnya sudah tidak diperlukan karena maknanya sudah jelas dari kata utama yang digunakan.
Contoh klasik dari pleonasme adalah kalimat "Dia sudah turun kebawah" — kata "turun" sendiri sudah cukup untuk menyatakan arah gerakan ke bawah, sehingga penambahan kata "kebawah" menjadi elemen berlebih. Meskipun demikian, ciri dari pleonasme adalah mampu membuat kalimat terdengar lebih kuat dan jelas bagi pendengar atau pembaca, meskipun secara teknis ada kata yang tidak perlu.
2. Kalimat Efektif
Kalimat efektif adalah kalimat yang mampu menyampaikan pesan, ide, atau gagasan dengan cara yang mudah dipahami, tepat sasaran, dan sesuai dengan kaidah bahasa yang baik.
- Pengertian: Kalimat efektif harus sesuai dengan tatabahasa, ejaan yang benar, dan penggunaan tanda baca yang tepat. Tujuan utamanya adalah agar pembaca atau pendengar dapat memahami maksud yang ingin disampaikan oleh pembuat kalimat secara utuh dan tidak ada kesalahpahaman.
- Ciri-ciri Kalimat Efektif:
- Jelas dan Terarah: Pesan yang disampaikan tidak membingungkan, memiliki fokus yang jelas, dan mengalir sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
- Ringkas: Kalimat tidak bertele-tele, tidak mengulang informasi yang sama secara tidak perlu, dan hanya menyertakan elemen yang relevan untuk menyampaikan maksud.
- Tepat Sasaran: Isi kalimat sesuai dengan audiens yang dituju dan tujuan komunikasi yang ingin dicapai (misalnya memberikan informasi, mengajak bertindak, atau menyampaikan pendapat).
Hubungan yang Mendalam Antara Kedua Isi Materi
Kedua link memiliki hubungan yang erat dalam konteks penggunaan bahasa dan cara menyampaikan pesan kepada audiens.
1. Elemen Pengulangan di Link 1 Sebagai Contoh yang Relevan dengan Konsep di Link 2
Pada Link 1, kita dapat melihat adanya pengulangan label audio "rizqi_simfoni · Original audio" sebanyak empat kali. Hal ini dapat dihubungkan dengan kedua konsep di Link 2:
- Hubungan dengan Pleonasme: Secara teknis, pengulangan ini bukanlah pleonasme dalam bentuk kalimat tunggal (karena pleonasme lebih fokus pada kata-kata dalam satu kalimat), namun memiliki prinsip yang sama yaitu penggunaan elemen berlebih. Jika tujuan pengulangan ini adalah untuk menegaskan bahwa audio tersebut merupakan ciptaan asli dari rizqi_simfoni, maka hal ini mirip dengan fungsi pleonasme yang ingin mempertegas makna. Namun, jika tidak ada tujuan khusus, pengulangan ini hanya menjadi elemen yang tidak perlu.
- Hubungan dengan Kalimat Efektif: Pengulangan yang berlebihan ini tidak sesuai dengan ciri kalimat efektif yang harus "ringkas". Penggunaan label audio satu kali saja sudah cukup untuk menyampaikan informasi bahwa audio tersebut merupakan ciptaan asli dari akun tersebut. Pengulangan berulang kali justru dapat membuat pembaca merasa terganggu dan fokus pada pesan utama postingan menjadi berkurang.
2. Kurangnya Konteks di Link 1 Sebagai Contoh yang Tidak Sesuai dengan Kalimat Efektif
Pada Link 1, pesan utama yang disebutkan ("Kalimat ke-7 atau terakhir yaitu sangat fatal’") tidak disertai dengan konteks penuh dari kalimat tersebut. Hal ini membuat pesan yang ingin disampaikan menjadi tidak jelas dan tidak terarah — yang merupakan kebalikan dari ciri kalimat efektif. Menurut materi di Link 2, kalimat efektif harus mampu menyampaikan ide secara utuh, sehingga pembaca tidak perlu bertanya-tanya tentang bagian yang hilang atau tidak jelas.
3. Materi di Link 2 Sebagai Panduan untuk Meningkatkan Kualitas Konten di Link 1
Materi tentang pleonasme dan kalimat efektif di Link 2 dapat digunakan sebagai acuan untuk memperbaiki konten di Link 1 agar lebih baik dan mudah dimengerti
- Mengoptimalkan Penggunaan Elemen Berlebih: Jika ingin menggunakan pengulangan atau elemen tambahan untuk menegaskan makna (seperti fungsi pleonasme), sebaiknya lakukan dengan cara yang tepat dan tidak berlebihan. Misalnya, label audio hanya perlu ditampilkan satu kali, dan jika ingin menekankan bahwa audio tersebut asli, dapat ditambahkan kata singkat seperti "[Original Audio] rizqi_simfoni" tanpa perlu mengulanginya berkali-kali.
- Menyampaikan Pesan dengan Jelas dan Lengkap: Untuk membuat pesan menjadi lebih efektif, sebaiknya konten utama (yaitu kalimat ke-7 atau terakhir yang disebutkan sangat fatal) ditampilkan secara lengkap beserta konteksnya. Hal ini akan membuat pembaca dapat memahami maksud yang ingin disampaikan secara utuh.
- Menghilangkan Elemen yang Tidak Relevan: Bagian login dan tautan tambahan yang tidak berkaitan dengan pesan utama sebaiknya tidak ditampilkan bersamaan dengan konten postingan, atau ditempatkan di bagian yang tidak mengganggu fokus pembaca terhadap pesan utama.
Kesimpulan
Kedua link saling berkaitan karena Link 1 memberikan contoh praktis tentang bagaimana penyajian konten dan penggunaan bahasa bisa menjadi kurang efektif jika tidak memperhatikan prinsip-prinsip yang dijelaskan di Link 2. Sementara itu, materi di Link 2 memberikan dasar teori dan panduan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas penyampaian pesan di Link 1 maupun jenis konten lainnya. Dengan menerapkan konsep pleonasme dengan tepat dan mengikuti prinsip kalimat efektif, kita dapat menyampaikan pesan dengan lebih jelas, kuat, dan mudah